Kamis, 07 September 2023

Cara Menghilangkan Noda Spidol Di Baju

Cara Menghitung Variansi Anggaran Overhead Variabel dan Tetap

Dalam pengelolaan keuangan suatu perusahaan, penting untuk menghitung dan mengawasi anggaran overhead. Overhead merupakan biaya-biaya tidak langsung yang terkait dengan operasional perusahaan, seperti biaya listrik, biaya sewa, dan biaya penggajian karyawan. Ada dua jenis anggaran overhead yang umum digunakan dalam perencanaan keuangan, yaitu anggaran overhead variabel dan anggaran overhead tetap. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menghitung variansi anggaran overhead variabel dan tetap.

Anggaran overhead variabel digunakan untuk mengestimasi biaya overhead yang berubah secara proporsional dengan volume produksi atau penjualan perusahaan. Misalnya, jika perusahaan meningkatkan produksinya, biaya overhead variabel seperti biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung juga akan meningkat. Untuk menghitung variansi anggaran overhead variabel, langkah-langkah berikut dapat diikuti:

1. Tentukan biaya overhead variabel per unit: Hitung total biaya overhead variabel dan bagi dengan jumlah unit produksi atau penjualan. Misalnya, jika biaya overhead variabel total adalah Rp 50.000.000 dan jumlah unit produksi adalah 10.000 unit, maka biaya overhead variabel per unit adalah Rp 5.000 per unit.

2. Hitung jumlah unit aktual: Tentukan jumlah unit aktual yang diproduksi atau dijual dalam periode anggaran. Misalnya, jumlah unit aktual adalah 9.000 unit.

3. Hitung anggaran overhead variabel aktual: Kalikan biaya overhead variabel per unit dengan jumlah unit aktual. Misalnya, Rp 5.000 per unit dikalikan dengan 9.000 unit menghasilkan anggaran overhead variabel aktual sebesar Rp 45.000.000.

4. Hitung selisih anggaran overhead variabel: Kurangi anggaran overhead variabel aktual dari anggaran overhead variabel yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya, jika anggaran overhead variabel yang ditetapkan sebelumnya adalah Rp 50.000.000, maka selisihnya adalah Rp 5.000.000 (Rp 50.000.000 – Rp 45.000.000).

5. Hitung variansi anggaran overhead variabel: Kuadratkan selisih anggaran overhead variabel dan jangan lupa memperhitungkan apakah selisih tersebut menghasilkan varian positif atau negatif. Misalnya, jika selisih adalah Rp 5.000.000, variansi anggaran overhead variabel adalah Rp 25.000.000.000.

Selanjutnya, anggaran overhead tetap digunakan untuk mengestimasi biaya overhead yang tetap tidak peduli berapa banyak produksi atau penjualan yang dilakukan perusahaan. Misalnya, biaya sewa gedung atau biaya asuransi. Berikut adalah cara menghitung variansi anggaran overhead tetap:

1. Tentukan biaya overhead tetap aktual: Hitung total biaya overhead tetap yang dikeluarkan dalam periode anggaran.

2. Hitung anggaran overhead tetap yang ditetapkan sebelumnya: Tentukan anggaran overhead tetap yang telah ditetapkan sebelumnya dalam perencanaan keuangan perusahaan.

3. Hitung selisih anggaran overhead tetap: Kurangi anggaran overhead tetap yang ditetapkan sebelumnya dari anggaran overhead tetap aktual.

4. Hitung variansi anggaran overhead tetap: Kuadratkan selisih anggaran overhead tetap dan jangan lupa memperhitungkan apakah selisih tersebut menghasilkan varian positif atau negatif.

Perlu diingat bahwa variansi anggaran overhead, baik variabel maupun tetap, memberikan informasi tentang sejauh mana perusahaan telah memenuhi atau melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Jika variansi positif, artinya biaya overhead aktual lebih tinggi dari anggaran yang telah ditetapkan, sedangkan jika variansi negatif, biaya overhead aktual lebih rendah dari anggaran yang telah ditetapkan.

Dalam menghitung dan menganalisis variansi anggaran overhead variabel dan tetap, perusahaan dapat mengidentifikasi area-area di mana biaya overhead perlu dikontrol lebih lanjut atau dievaluasi. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang lebih baik terkait pengelolaan keuangan dan perencanaan strategis.

Dengan memahami cara menghitung dan menganalisis variansi anggaran overhead variabel dan tetap, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional.